Wednesday, January 23, 2013
Busur Busur Rindu
Degup logik kian berat
mengalir merah cemas
dari celah luka cinta
lalu rebah, hati
saat jiwa di panah
busur busur rindu
mengalir merah cemas
dari celah luka cinta
lalu rebah, hati
saat jiwa di panah
busur busur rindu
Surat untuk Jib
Jib,
resam kita kian hilang
gelodak ini semakin melebar
jalannya dibaiki sentiasa
oleh hedonisme dan demokrasi
Jib,
perjuangan kita berdua sudah adar
begitu jualah usia pertelingkahan
selama mana harus patriotik itu dipenjara
jemputlah ia kembali bersama
lenakanlah tari tarian
dan Islamlah penyatuan kita
Jib,
hidangan panas didulang kita
masih tersuap ke mulut asing
dari Tun, Lah hingga ke kamu Jib,
janji kemewahan yang dialir ke rumah kami
masih sekelingking arus
resam kita kian hilang
gelodak ini semakin melebar
jalannya dibaiki sentiasa
oleh hedonisme dan demokrasi
Jib,
perjuangan kita berdua sudah adar
begitu jualah usia pertelingkahan
selama mana harus patriotik itu dipenjara
jemputlah ia kembali bersama
lenakanlah tari tarian
dan Islamlah penyatuan kita
Jib,
hidangan panas didulang kita
masih tersuap ke mulut asing
dari Tun, Lah hingga ke kamu Jib,
janji kemewahan yang dialir ke rumah kami
masih sekelingking arus
Friday, August 31, 2012
Wednesday, August 08, 2012
Sunday, June 24, 2012
Tuesday, June 05, 2012
Monday, June 04, 2012
Thursday, May 17, 2012
Sunday, May 13, 2012
Monday, May 07, 2012
Thursday, April 26, 2012
Monday, April 09, 2012
Sunday, April 01, 2012
Monday, March 26, 2012
Friday, October 14, 2011
kasih
kasih
henti masa ini
adalah siangku
dipintas lintasanmu
kasih
aku pegun, nafas dicuri
kasih
aku turut, melangkah kaki
kasih
aku luruh, rimbun sepi
mekar jiwa ini
adalah malamku
disisi hadiranmu
henti masa ini
adalah siangku
dipintas lintasanmu
kasih
aku pegun, nafas dicuri
kasih
aku turut, melangkah kaki
kasih
aku luruh, rimbun sepi
mekar jiwa ini
adalah malamku
disisi hadiranmu
Thursday, June 17, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)
















